Jumat, 01 April 2011

Cintaku yG tuluS...

Cinta yang tulus di dalam hatiku
Telah bersemi karenamu
Hati yang suram kini tiada lagi
Tlah bersinar karenamu

Biarkan hujan membasahi bumi
Atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan kau biarkan cintaku
Yang tulus suci hanya padamu

Semua yang ada padamu ohh...
Membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagimu untukmu tuhanku
Seluruh hidupku

Semua yang ada padamu ohh...
Membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagimu untukmu tuhanku
Seluruh hidup dan cintaku

{ cintA_Harapan }


Cinta dan harapan, dua hal yang saling menyatu, tidak ada harapan maka tidak akan ada cinta. Cinta dan harapan rasanya memang tidak dapat untuk dipisahkan.


Seseorang boleh saja memiliki cinta tetapi jika tidak ada harapan untuk mencintai maka percuma saja cinta yang dimiliki itu. Seseorang juga boleh berharap tetapi jika dia tidak memiliki cinta maka percuma harapan itu.


Seseorang boleh saja merasakan cinta tetapi jika tidak bisa berharap untuk dicintai orang lain maka tidak akan merasakan indahnya cinta. Seseorang boleh saja berharap untuk dicintai tetapi jika dia sendiri tidak berusaha mencintai maka sia-sia harapan itu.


Banyak orang sudah pernah merasakan bagaimana mencintai seseorang tetapi dia tidak bisa berharap lebih pada orang yang dicintainya. Hanya rasa sakit dan kecewa yang akan dirasakan jika tidak ada harapan untuk dicintai orang lain.


Banyak orang juga pernah merasakan bagaimana dia sudah berharap untuk dicntai dan ada harapan untuk dicintai tetapi dia justru dia mencintai orang itu. Jika sudah begitu maka tidak ada yang namanya kebahagiaan cinta.


Orang selalu berharap untuk hal-hal yang baik, selalu berharap mendapat kebahagiaan dalam cinta. Tetapi tidak semua harapan itu bisa terwujud,  jika tidak terwujud hanya kecewa yang dirasakan dan berpikri untuk tidak lagi berharap akan cinta.


Orang selalu berusaha untuk mencintai orang lain dengan setulus hati tetapi ternyata harapan untuk dicintai tidak bisa di dapat. Jika sudah begitu sebagian orang akan berhenti untuk menintai dan berhenti untuk belajar tentang cinta hanya karena sebuah harapan yang sia-sia.


Memang cinta dan harapan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sudah banyak orang yang merasakan bagaimana cinta dan harapan tidak dapat dipisan. Mereka sudah merasakan sakitnya dan betapa kecewanya jika ada cinta tetapi tidak ada harapan dan jika ada harapan tetapi tidak ada cinta.
Jalani saja semua perjalanan cinta yang kita lalui, ikuti saja kemana cinta dan harapan membawa kita. Percaya bahwa suatu saat cinta dan harapan akan saling menyatu dan membawa kita kepada kebahagiaan cinta.


{ Kejujuran hati_harapaN )


Ku mulai dengan senyuman..
Ya allah maafkanlah aku yg lemah ini, hamba begitu lemah ya allah..
Iman hamba masih begitu lemah..
Tetapi hamba yakin ada hikmah yg ingin Engkau berikan pada hamba…
Aku tak pernah lelah berusaha untuk melupakannya,
Sekuat hati, sekuat niatku, sebanyak doaku..
Bantu aku ya Rabb..
Merelakannya, mengikhlaskannya..
Entah mengapa perasaan ini begitu sulit untuk ku kendalikan..
Perasaan yang sudah sekian lama  bersemi
terus membayangi dan menghantui relung relung hati ini...

Kini aku belajar menghilangkan perasaan ini..
Mencintai orang lain…
Teruslah tersenyum…
Ya allah..
Sungguh aku ingin semuanya bahagia, terutama dia..
Semoga ia bahagia selalu…
Meski ia tak tahu akan perasaan ini, tapi Engkau tahu ya allah..
Terimakasih atas cinta-Mu ya Allah..
Tanpa se-ijin-Mu aku tak akan pernah bisa mencintainya..
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki segalanya, termasuk perasaan kasih dan cinta..
Engkau bisa dengan mudahnya membuang 
perasaan cinta ini untuknya, tetapi Engkau belum membuangnya dari hati hamba..
Semoga aku bisa ikhlas..
Amin ya Rabb..bersemayam di hatiku,
Tersimpan rapi di hatiku..


Naon sich ai cinta teH..

Apakah telapak tangan kamu berkeringat, hati kamu deg-degan suara kamu nyangkut didalam tenggorokan kamu? Hal itu bukan cinta, tapi suka.
Tangan kamu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya? Hal itu bukan cinta, tapi birahi
Apakah kamu bangga dan selaluingin memamerkannya kepada semua orang? Hal itu bukan cinta, tapi kamu sedang mujur.
Apakah kamu menginginkannya karena kamu tahu dia akan selalu disamping kamu? Hal itu bukan cinta, tapi kesepian.
Apakah kamu masih bersama dia karena semua orang menginginkannya? Hal itu bukan cinta tapi kesetiaan.
Apakah kamu menerima pernyataan cintanya karena kamu tidak mau menyakiti hatinya? Hal itu bukan cinta. Tapi rasa kasihan.
Apakah kamu bersedia untuk memberikan semua yang kamu sukai? Hal itu bukan cita, Tapi kemurahan hati.
TAAAPPPPIIIII…………..
Apakah kamu masih bersamanya karena campuran rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dan sangat membutakan? Itulak cinta
Apakah kamu masih menerima kesalahan mereka, karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya? Itulah cinta
Apakah kamu tertarik pada orang lain tapi masih bersamanya dengan setia? Itulah cinta
Apakah kamu rela memberikan hati kamu, kehidupan kamu, dan kematian kamu? Itulah cinta
Apakah hati kamu tercabik apabila dia bersedih? Itulah cinta

Apakah kamu menagis untuk kepedihannya meskipun dia cukup tegar? Itulah cinta
Apakah matanya melihat hati kamu yang sesungguhnya, dan menyentuh jiwa kamu secara dalam sekali sampai terasa nyeri? Itulah cinta
Sekarang, kalau kita tau bahwa bahwa cinta itu menyakitkan dan menyiksa kita sebegitu rupa, lalu kenapa masih jiga mencintai?
Mengapa hal ini adalah hal yang kita cari dan kita ingini? Semua penyiksaan ini, sebuah kematian terhadap ego dan kepribadian sendiri? Mengapa ? semua ini disebabkan oleh…CINTA
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu menunggunya dengan setia.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika dia mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan turut berkata “aku turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Kamis, 31 Maret 2011

Konsep jodoH..


Masyarakat Indonesia meyakini konsep jodoh, yaitu semacam keyakinan bahwa dalam hidup seseorang akan menemukan orang yang ditakdirkan Tuhan untuk dia. Dalam bahasa Ibrani keyakinan itu disebut bashert yang artinya juga sama, yaitu yang sudah ditakdirkan Tuhan untukmu.
Dalam bahasa Inggris kita kenal dengan sebutan soulmate yang artinya belahan jiwa! Secara psikologis tiap orang tentu berharap dalam hidup ini menemukan seseorang yang sudah ditakdirkan (dijodohkan) sang Pencipta untuk dia. Karena itu, sering kali kita merasa ada seseorang yang menjadi pasangan hidup kita, tentulah merupakan belahan jiwa kita, padahal belahan jiwa yang dimaksud dengan istilah soulmate atau bashert belum tentu akan bertemu dalam ikatan perkawinan.
Itu disebabkan pengertian yang ditakdirkan alam lebih luas daripada yang kita istilahkan sebagai jodoh antara lawan jenis. Soulmate sendiri merupakan jodoh rohaniah, dan jodoh itulah yang dianggap sebagai belahan jiwa. Belahan jiwa itu sendiri bisa berupa teman baik, saudara, atau binatang piaraan.
Soal soulmate yang berupa binatang piaraan itu melihat contohnya. Misalnya bagaimana orang cacat yang mempunyai anjing yang bisa menolong hidupnya, seolah-olah mereka ditakdirkan hidup bersama, saling menyayangi, saling mendukung.
Thomas Moore, penulis buku soulmate berjudul Honouring The Mysteries of love memaparkan bahwa hubungan rohani yang dalam bahasa Arab disebut “ruh”, bahasa Inggris “soul”, bahasa Sansekerta “atma”, bahasa Latin “spiritus”, dan bahasa Yunani “pneuma” tidak bisa dijelaskan secara mekanistis, dan tidak bisa dihitung dengan matematis, tidak pula ada ukuran baku yang bisa mengukurnya.

Kesaksian Allah Swt. atas keutamaan para Sahabat Nabi Ra.

ciptakan Allah Taala, dan Allah menjadikan para sahabat sebagai manusia pilihan (Mukhtar kuluhum). Walaupun adakalanya diantara sahabat terjadi perselisihan, setelah Rasulullah Saw. tidak ada. Untuk menunjukan para sahabat itu pilihan Allah Taala, dan mereka mempunyai kedudukan yang istimewa disisi Allah; orang-orang yang pernah bermuwajahah, bertatap muka dengan Rasulullah Saw., diberi keistimewaan. Apa diantaranya? Untuk menjawabnya saya akan mengambil analogi dari peristiwa Isra mi’raj. Keterangan ini mungkin agak musykil, sukar, mungkin karena anda jarang mendengar.

Analogi keistimewaan sahabat dalam peristiwa Mi’raj

Nabiyullah Musa as., diantara Nabi-nabi yang mendapatkan nurnya Rasulullah Saw. Kemungkinan, sedikit banyak, Nabi Musa As. mendapat ‘Nur 'min amalil ubudiah', pancaran cahaya karena kesalehan, bukan 'nur' pertama kali nabi di ciptakan oleh Allah Swt. Dasarnya apa? Ketika Rasulullah menghadap Allah Swt., pada waktu Mi’raj.

Pada waktu Mi’raj, Rasulullah Saw bertemu kepada Allah, dan langsung diberi tugas sholat lima puluh waktu. Yang minta, mengusulkan dikurangi, karena alasan umatmu tidak kuat, lima kali-lima kali, siapa? Nabiyullah Musa. Permasalahannya disini, ketika Nabiyullah Musa bertemu dengan Rasulullah Saw., setelah menerima tugas lima puluh waktu, Rasulullah Saw. baru kembali dari bertemu dengan Allah.

Pada kesempatan itu Rasulullah Saw. membawa Nur atsar nadzor ila wajhil karim, cahaya bekas melihat Allah secara langsung. Begitu ketemu dengan Nabiyullah Musa As., yang terpantul dari cahaya, barokah nadzor ila wajhil karim yang pertama kali mendapat siapa? Nabiyullah Musa. Begitu Nabiyullah Musa As mengusulkan lagi; umatmu tidak kuat, balik lagi, menghadap kepada Allah Taala. Begitu ketemu, Rasulullah Saw. membawa tambah nurnya. Yang pertama mendapat berkah lagi dari pertemuan Rasulullah Saw. dengan Allah Taala siapa? Nabi Musa As. Itu hebatnya.

Walaupun Nabiyullah Musa As. di gunung Turisina ingin melihat Allah tidak bisa, karena ketika munajat saja melihat wibawanya Allah ‘kâna shaiqan’, pingsan. Tapi mendapat ganti karena melihat Rasulullah Saw. pada waktu Mi’raj. Mendapat nur min Rasulullah, atsaran kamilah, mendapat cahaya Rasulullah Saw. secara sempurna, itu hebatnya.

Setelah Nabi Saw. turun dari langit bertemu dengan para Sahabat, setelah Nabiyullah Musa, yang kedua yang mendapat barakah 'nur nadzor ila wajhil karim' siapa? Sahabat. Ini hebatnya. Keterangan ini mungkin baru anda dengar.

Dengan dasar ini, para sahabat mendapat dua nur, nur atsar minadzor ila wajhil karim, yang kedua mendapatkan cahaya Rasulullah Saw. Saban hari, mereka duduk, ruku, sujud dan sebagainya, bersama-sama dengan Rasulullah. Walaupun antara sahabat ada kontroversi, seperti Muawiyah contohnya.

Secara pandangan Ahlu Sunah wal Jamah, apapun ijtihad Muawiyah adalah salah, tapi Ahlu Sunah tetap dalam pendirian; tidak ada hak untuk mengakfirkan kepada Muawiyah. Atau mengecap sebagai kafir. Tetap memuliakan kedudukan Muawiyah sebagai sahabat.

Wajar, karena sahabat adalah bukan maksum sebagaimana para nabi. Para sahabat hanya mendapatkan mahfudz minallah, penjagaan dari Allah Taala. Dan mahfudz dari Allah Taala itu bertingkat, tidak sekaligus semua mendapatkan mahfudz. Bertingkat, sebagaimana ubudiahnya para sahabat-sahabat itu sendiri.

Walaupun demikian, untuk menutupi kekurangan sahabat yang pada waktu itu terkadang melakukan kekhilapan. Keturunananya itu diangakat menjadi wali Quthbil Gaust, itu banyak. Diantaranya siapa? Umar bin Abdul Aziz masih ada darah dari Muawiyah.

Cucunya sendiri menjabat Quthbil Gaust; Muawiyah bin Yazid bin Muawiyah. Beliau seorang Quthbil Gaust di jamannya. Luar biasa kan! Ini membuktikan kemuliaan Maqomah (kedudukan) sahabat. Makanya jangan sembarangan, dewe melu-melu nyacat sahabat, kita jangan sembarangan kita ikut-ikutan mencela sahabat.

Sahabat itu, tadi, disamping Mukhtar minallah, pilihan dan diangkat oleh Allah. Dalam pengangkatan sahabat juga disaksikan baginda Nabi. Yaitu dengan pengikraran keimanan mereka yang disaksikan oleh Nabi Saw. Kesaksian Rasulullah Saw. ini di kuatkan oleh Allah, dalam surat Fatah ayat 29: “Muhammad Rasulullah walladzina maahu assyida’u ala al Kuffar, ruhama’u bainahum, tarâhum rukkaan, sujjadan, yabtaghuna fadzla minallah waridhwana, simahum fi wujuhihim min atsari sujud”, Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. ‘Yatal’la’ nuruhum min atsari sujud’, mukanya semakin bercahaya karena sujudnya kepada Allah. Bukan karena jidat nempel terus pada tempat sujud. Allah taala memberikan atsar, atsari sujud yatala’la minnuri sujud, dari tawadhu-nya, dari tauhidnya, dari keyakinnanya, dari makrifatnya, dari sujudnya, bukan min atasril karpet, bukan bekas karpet.

Dari orang-orang yang demikian, sahabat dibagi beberapa macam, ada yang tingkatan aulia, ada yang hanya tingkatan ulama. Jadi setiap sahabat pada jaman sahabat pasti ulama, setiap ulama pasti sahabat. Tapi setelah sahabat, at Tabiin, tidak pasti ulama. Walaupun dalam tingkatnya masing-masing.

Rabu, 30 Maret 2011

Ku Ikhlaskan Cintaku....

demi cintamu,
karena cintamu,
selamanya melihat kau bahagia kekasih hatiku,
melangkahlah dengan pasti dalam hidupmu,
bagiku mungkin akan sulit melihatmu diseberang sana,
biarlah waktu yang bantu aku menyimpan kisah tentang kita.

demi cintaku,
karena cintamu,
terbanglah tinggi menguasai angkasa gapai semua mimpi itu,
yang terbaik adalah bahagiamu tak terhingga...