Jumat, 18 Maret 2011

Asmara

Sungguh ku tiada percaya, bahagia hanya sementara Sukarnya ku menerima, cintaku berputik tiada

    Laksana embun menitik, bagaikan rindu yang syahdu Dunia penuh prasangka, kekasih jauh di sebrang sana

Laksana jarum di tangan, kecilnya tidak kelihatan Dapatkah dikau bayangkan, betapa beban perpisahan

    Seandai ditakdirkan, Kau bukan menjadi milikku Tidak dapat ku bayangkan, dapatkah ku pertahankan Cinta di hati ingin bertemu, di sangkar madu, Subhanallah indahnya…

Asmara kasih setia, berkata di dalam jiwa, betapa resah di kalbu Ku rindu selalu, dengar suaramu, ku bagai di penjara

    Cintaku kecewa kasihku derita, rinduku tiada terkira Seandainya berpisah, kasihku berubah, cintaku merana lagi

Betapa kecewa di jiwa, cintaku tiada bertanda Namun ku masih menerima, pasrah ku di akhir cinta

    Ya Rabb, tolonglah hamba-MU, tabahkan hati yang merindu Semoga takdir yang menerima, tersirat hikmah di hatiku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar