Kamis, 17 Maret 2011

Gurindam Kerinduan


Sepasang kekasih terbaring dalam kesunyian Disandingkan di dalam rahim gelap kematian Sejati dalam cinta, setia dalam penantian Satu hati, satu jiwa, di dalam surga keabadian


Terkulai di puncak rindu Tenggelam dalam sendu Kasih mu tak siapa Bisa tanggalkan

Biar luka parah Biar jiwa lara Kasih mu yang sebati Sukar ku pisah

Siapa bisa rasakan Gelora cinta si Laila Siapa gerangan Kalaulah bukan Majnun

Mesti ada saksi Mesti tegak bukti Sebuah pengorbanan Sebagai ganti

Lafazkan cinta mu satu Azamkan cinta mu satu Nazarkan cinta mu satu

Kibarkan cinta mu satu Laungkan cinta mu satu Juangkan cinta mu satu

“Kau penyebab sekaratku yang berkepanjangan Tetapi hasratku padamu membuat kau kumaafkan.”

” Jiwa manusia tidak lebih dari seberkas cahaya, terlahir untuk bersinar dalam suatu masa yang singkat sebelum akhirnya padam selamanya. Di alam ini semua ditakdirkan untuk binasa, tidak ada yang abadi. Namun, jika Anda ‘mati’ sebelum Anda mati, berpaling dari dunia dan kemunafikan wajahnya, Anda akan meraih keselamatan yang sesungguhnya dalam kehidupan yang abadi.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar