Minggu, 20 Maret 2011

You are always my dream


Sejenak mata ini terpaku
oleh sesosok anggun itu
dan menatapnya penuh pesona
dan akhirnya terkagum membisu
hanya terdengar sayup bisikan lirih
"Oh, Tuhan alangkah indah makluk mungilmu ini."
Aku masih terdiam
dalam cantik parasmu,
lentik matamu,
dan lembutnya bibirmu.
Tapi aku hanya dapat memandang malu
tanpa bisa memilikinya
walau sayang ini menggelegar
kuhanya dapat melihat
dan tersenyum masam
karena sayang dihati ini memang untuknya
tapi sayangnya bukan untukku.
Hanya sekecil harapan dihati
semoga ada sekelumit sayangnya tulus untuk diriku
Walau kita telah termiliki oleh jiwa yang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar