Jumat, 01 April 2011

Naon sich ai cinta teH..

Apakah telapak tangan kamu berkeringat, hati kamu deg-degan suara kamu nyangkut didalam tenggorokan kamu? Hal itu bukan cinta, tapi suka.
Tangan kamu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya? Hal itu bukan cinta, tapi birahi
Apakah kamu bangga dan selaluingin memamerkannya kepada semua orang? Hal itu bukan cinta, tapi kamu sedang mujur.
Apakah kamu menginginkannya karena kamu tahu dia akan selalu disamping kamu? Hal itu bukan cinta, tapi kesepian.
Apakah kamu masih bersama dia karena semua orang menginginkannya? Hal itu bukan cinta tapi kesetiaan.
Apakah kamu menerima pernyataan cintanya karena kamu tidak mau menyakiti hatinya? Hal itu bukan cinta. Tapi rasa kasihan.
Apakah kamu bersedia untuk memberikan semua yang kamu sukai? Hal itu bukan cita, Tapi kemurahan hati.
TAAAPPPPIIIII…………..
Apakah kamu masih bersamanya karena campuran rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dan sangat membutakan? Itulak cinta
Apakah kamu masih menerima kesalahan mereka, karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya? Itulah cinta
Apakah kamu tertarik pada orang lain tapi masih bersamanya dengan setia? Itulah cinta
Apakah kamu rela memberikan hati kamu, kehidupan kamu, dan kematian kamu? Itulah cinta
Apakah hati kamu tercabik apabila dia bersedih? Itulah cinta

Apakah kamu menagis untuk kepedihannya meskipun dia cukup tegar? Itulah cinta
Apakah matanya melihat hati kamu yang sesungguhnya, dan menyentuh jiwa kamu secara dalam sekali sampai terasa nyeri? Itulah cinta
Sekarang, kalau kita tau bahwa bahwa cinta itu menyakitkan dan menyiksa kita sebegitu rupa, lalu kenapa masih jiga mencintai?
Mengapa hal ini adalah hal yang kita cari dan kita ingini? Semua penyiksaan ini, sebuah kematian terhadap ego dan kepribadian sendiri? Mengapa ? semua ini disebabkan oleh…CINTA
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu menunggunya dengan setia.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika dia mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan turut berkata “aku turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar